seorang anak kecil yang naif membawa rindunya dalam tiap hela nafasnya yang berat... ditenggelamkannya dalam-dalam memaksa jantung memompakan darahnya cepat... tapi otaknya masih sama, tetap hanya beku, meremukkan logika yang sangat ia banggakan... baginya hitam dan putih saja cukup, sudah begitu hangat... baginya hidup adalah hari ini, saat bibirnya tersenyum sinis pada keadaan yang masih ia nikmati...
tertawa sajalah, karna takkan kalian mengerti... mengenaskan...