Ilalang,
dalam tiap detik ego yang ku lalui denganmu
Acuh,
mungkin kau pedih
Tapi kini,
aku bagaikan hembusan bayu tak bernyawa
Ilalang yang ku jentik dengan telunjuk kurusku
Tiap helainya ku jadikan penopang rinduku
Padamu aku bertaruh
Hatiku yang merindu dengan jejak 6 tahun lalu akan terobati jika hasratku mengatakan pasti
Menangkah?
Bertaruh hanya bagai memegang sembilu
Jika kau kalah kau yang mati
Saat itu pula, jejak 6 tahun lalu yang ku jadikan bayang-bayang cinta
Menguap oleh riak ilalang yang merunduk oleh siraman air awan...
Pedih,,karena aku kalah bertaruh padamu,
Ilalang....