aku tersudut diujung kerlingmu
berdesah riuh pada rindu dan harapmu
lantas kau buramkan cerita itu
pada bidang kosong tanpamu
kau taburi gerahku dengan embunmu
kau lumuri kekagumanku dengan dengan hangatmu
kau lambungkan anganku dibatas ketidakberdayaanku
tapi kau biaskan semua dengan elegimu dan kau alpakan aku