Kabut menari melingkari dewi yang temaram
senyumnya murung dalam sebentuk sabit
hilang bias pengundang lolong serigala kala purnama
jeritan jangkrik-jangkrik di semak itu
menyurakinya agar tetap bersinar meski bulan tua
andai tak ada, mungkin ia sendiri
tenggelam dalam sepinya malam
aku bingung
cemas tlah mampu memerangkap hatiku
malam menanti, gelap
sesak mengikat nafasku
ah, sudah tak karuan.