Wahai Penghulu Negeri !
inikah yang kauberi ?
bening-beningmu hanya berbilang andai-andai
girang tawamu sinis berapi-api
dan di sudut matamu ada lirik bergerigi
Lihatlah kami,
pun tak bisa kokoh berdiri
bukan seperti yang kaualami
kami menjerit, bersimbah dahaga
dan kaku dalam kawat berduri !
Berkali-kali !!!
banyak di sana seperti mati suri
redup cintamu akan ditegak matahari
dan akan menopang mimpi-mimpi bara berantai !
Kaulah pemimpin kami
ke manakah sirna rindangnya hati ?
kami menjelata, butuh naungan sejati
ingatlah, di kursimu terikat sumpah dan janji !
itulah yang mesti kautepati !!!
(01/06/2008)