Begitu lama nada ini merintih
Dengan laksa nan biru yang menantikan tarian pena
Hingga sisa tinta yang tak kunjung terisi
Hanya sebuah lirik tanpa kasa
Hanya sebuah rindu yang menitikkan kaca
Bertalu dengan perlahan jemari yang menidurkan hati
Meneriakkan ria-riak tanpa rasa
Memalu dengan godam kenikmatan semu
Hingga sisa malam yang setengah luka