kala bintang senja mulai menabur serbuk sepi
setelah siang memandu keramaian
imaji pun menuntun goresan pensil
inginku menjadi seorang musisi
bebas dan lantang suarakan isi hatinya
tapi sampai sekarangpun tak dimengerti arti bahasaku
lidah ini kelu, pahit dalam kebisuan,
dan menenggelamkan pita suara
tersenyum bohong dengan memasung jeritan
agar tak tertularkan rasa iba
dan kini dapatlah kau tanyakan kenapa jiwa ini menjelma gila
lalu kematian kurasa kebahagiaan tunggal yang pantas
bagi kesengsaraan
- 01.17 - 17.08.09 -