Ku dekap luka dan mulai berdamai dengan takdir,
Coba muntahkan semua rasa,
Akhirnya perlahan beban ini terurai...
( bukankah hal utama terletak pada akhir ? )
Bayang2 ketakutan masih nyata bergelantungan dikaki perih,
Sementara di ujung kalutku, kau terus sunggingkan senyum,
Begitu khusu nikmati ratapan dalam diamku....
( bukankah "diam" juga menyimpan suara ? )
Tapi semua memang belum benar2 berakhir,
Dan dalam diamku, kupenuhi hidupmu dengan kutukan
Kudekap luka dan berdamai dengan takdir
Pada akhirnya kelak smua kutukan menjadi doa
dan semua beban kan terurai sempurna.
Tangerang, okt 2008