Malam sunyi didendam kelam di langit
bintang-gemintang enggan menyahut
aku di sepi terjepit sempit
pikiranku berkabut dan tersudut
Bibirku bungkam dan berbelit
hampa hebat merenggut
daya upaya terbentur sulit
hasratku mengembara dalam kasat-kusut
Mengapa sang waktu pergi tanpa pamit?
bukankah hadirnya murah disambut?
barangkali kita yang harus gesit
bebaskan naluri dari kalut kabut